Cetak Tenaga Kerja Mandiri di Buol, Program MTU Didorong Tak Sekadar Kejar Sertifikat

banner 468x60

BUOL – Program pelatihan kerja di Kabupaten Buol dinilai perlu diarahkan lebih jauh agar keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti sebagai bekal pengetahuan semata. Dukungan lanjutan berupa peralatan kerja dan akses permodalan menjadi salah satu kebutuhan yang disuarakan alumni pelatihan Mobile Training Unit (MTU).

Harapan tersebut mengemuka dalam rangkaian evaluasi program MTU yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Buol, sekaligus persiapan pembukaan MTU Batch 2 dan penutupan pelatihan MTU Batch 3 hasil kerja sama UPTD BLK Buol Hebat dengan BBPVP Makassar.

Para alumni menilai, pelatihan akan memberikan dampak yang lebih nyata apabila setelah menyelesaikan program mereka memperoleh ruang untuk mengembangkan keterampilan menjadi pekerjaan maupun usaha produktif.

Bagi peserta yang memilih jalur kewirausahaan, misalnya, keterampilan tanpa dukungan sarana kerja dan modal berpotensi sulit berkembang. Karena itu, intervensi pemerintah setelah pelatihan dipandang penting agar kemampuan yang telah diperoleh dapat benar-benar menghasilkan pendapatan dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Jasri Butudoka yang hadir sebagai narasumber utama turut menekankan pentingnya keberlanjutan pelatihan berbasis kompetensi. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menekan angka pengangguran sekaligus menciptakan tenaga kerja Buol yang mandiri dan memiliki daya saing.

Sementara itu, evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya menjadi bagian penting dalam rapat strategis tersebut. Pemerintah daerah bersama unsur pelaksana membahas sejumlah persiapan untuk memastikan pelaksanaan pelatihan berikutnya dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi peserta.

MTU Batch 2 sendiri direncanakan membuka pelatihan pada bidang Digital Marketing (Pemasaran Digital) serta Pertukangan/Mebel. Pemilihan bidang tersebut diharapkan dapat menyesuaikan kebutuhan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja dan usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri.

Rapat tersebut dihadiri Plt. Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Buol, Plt. Kepala UPTD BLK Buol Hebat bersama jajaran staf, serta Utusan Khusus Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.

Keberlanjutan program menjadi hal yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab, keberhasilan pelatihan kerja tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan atau selesainya proses pelatihan, tetapi juga dari sejauh mana keterampilan tersebut mampu membawa peserta menuju pekerjaan, usaha produktif, atau peningkatan pendapatan.

Dengan demikian, pembukaan MTU Batch 2 nantinya diharapkan tidak hanya memperluas jumlah masyarakat yang mendapatkan pelatihan, tetapi juga dibarengi dengan pola pendampingan dan tindak lanjut yang jelas. Langkah tersebut penting agar investasi pemerintah dalam peningkatan keterampilan benar-benar berujung pada manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat Kabupaten Buol.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *