Apel Hari Desa Nasional 2026 di Bongo, Pemkab Buol Tegaskan Desa Sebagai Motor Pembangunan

banner 468x60

Ratusan aparatur desa dari seluruh wilayah Kabupaten Buol berkumpul di Lapangan Desa Bongo, Kecamatan Bokat, Kamis (15/1/2026), dalam sebuah apel besar yang menandai peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buol untuk menegaskan kembali posisi desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan nasional.

Apel bersama itu dipimpin langsung Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto selaku pembina apel. Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPRD Kabupaten Buol, para camat, kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Buol, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tamu undangan lainnya.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam apel tersebut, antara lain Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buol Arfandi A. Wehantow, Kabag Ops Polres Buol Kompol Dewa N. Sujendra, Danposal Buol Peltu Mar Agedeus Isya H., perwakilan Kejaksaan Negeri Buol, Kepala Pengadilan Negeri Buol, staf khusus, serta jajaran OPD terkait.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati menegaskan bahwa peringatan Hari Desa Nasional yang jatuh setiap 15 Januari bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, hari tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas kontribusi strategis desa dalam pembangunan nasional, sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024 yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Hari Desa Nasional adalah simbol bahwa desa merupakan subjek pembangunan. Desa menjadi penggerak ekonomi lokal, penjaga nilai budaya, sekaligus pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan,” tegas Wakil Bupati dalam amanatnya.

Mengusung tema nasional “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”, ia menekankan bahwa pembangunan Indonesia yang kuat, adil, dan merata harus dimulai dari desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Tema tersebut, lanjutnya, menuntut kerja nyata, kolaborasi lintas sektor, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan desa melalui kebijakan strategis, mulai dari pemberdayaan masyarakat desa, penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, hingga optimalisasi penggunaan dana desa agar berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Kami mendorong desa-desa di Kabupaten Buol untuk mengembangkan potensi lokal, baik di sektor pertanian, UMKM, pariwisata desa, hingga inovasi digital dan ekonomi kreatif. Desa bukan hanya wilayah administratif, tetapi basis pertumbuhan ekonomi dan pusat inovasi sosial,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa dan perangkat desa atas dedikasi dan kerja keras dalam mengawal pembangunan di tingkat desa. Ia menilai kepemimpinan desa memiliki peran strategis dalam menjaga semangat gotong royong dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Rangkaian apel Hari Desa Nasional 2026 ini turut dirangkaikan dengan pembacaan Surat Keputusan Penghargaan atas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buol Tahun Anggaran 2025, serta pencabutan lot penetapan desa pelaksana Hari Desa Nasional Tahun 2027.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Buol berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun desa yang maju, berdaya saing, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *