Pemerintah Kabupaten Buol menggelar refleksi satu tahun masa kepemimpinan Bupati Risharyudi Triwibowo dan Wakil Bupati Nasir Daimaroto di Aula Pobokidan Lantai II Kantor Bupati Buol, Jumat (20/2/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Forum Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Buol Tahun 2027.
Forum yang diselenggarakan oleh Bappeda Litbang Kabupaten Buol itu dihadiri Bupati dan Wakil Bupati bersama Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD, staf khusus bupati, para kepala bagian Setda, camat dan lurah, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi pemuda se-Kabupaten Buol.
Dalam sambutannya, Bupati memaparkan sejumlah capaian selama satu tahun pemerintahan serta program prioritas yang akan digenjot pada tahun kedua. Salah satu fokus utama adalah pengadaan kembali rute penerbangan Buol–Palu yang direncanakan beroperasi dua kali dalam sepekan guna meningkatkan konektivitas daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di sektor ketenagakerjaan, pembangunan sarana dan prasarana Balai Latihan Kerja (BLK) disebut telah mencapai progres 100 persen. Saat ini, proses perekrutan proses pelatihan tengah berjalan dan ditargetkan dalam waktu dekat BLK sudah mulai beroperasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Pada bidang pendidikan tinggi, sarana dan prasarana PSDKU Untad di Buol juga dinyatakan siap. Pemerintah daerah menjadwalkan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru sekitar 200 orang untuk dua program studi, yakni PGSD dan Ilmu Administrasi Pemerintahan, yang ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan 2026.
Selain itu, Pemkab Buol menargetkan percepatan sejumlah program nasional. Angka stunting ditargetkan turun signifikan pada 2026 dan keluar dari posisi tertinggi di Sulawesi Tengah. Persentase kemiskinan yang saat ini berada di angka 13 persen juga ditargetkan menurun menjadi 12 hingga 11 persen melalui berbagai indikator dan intervensi program yang sedang berjalan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan meski sebelumnya sempat terjadi KLB. Pemerintah daerah menargetkan 62 ribu penerima manfaat di Buol dapat terlayani secara optimal. Di sisi lain, pembangunan Koperasi Merah Putih terus digenjot, dengan 30 unit dalam proses pembangunan fisik dari total 115 unit yang direncanakan.
Untuk program Sekolah Rakyat, lokasi telah dihibahkan ke Kementerian Sosial dan pengajuan sekolah rintisan juga telah disampaikan dan disetujui oleh Pemerintah Provinsi agar dapat direalisasikan di Kabupaten Buol.
Menutup sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah dalam menyukseskan program prioritas nasional. Ia mengingatkan bahwa apabila kinerja daerah tidak optimal, potensi efisiensi anggaran yang lebih besar bisa terjadi pada tahun berikutnya.
“Karena itu saya mengajak seluruh OPD dan jajaran pemerintahan untuk bekerja lebih maksimal, memperkuat kolaborasi, dan memastikan setiap program prioritas berjalan efektif demi kemajuan Kabupaten Buol,” tegasnya.
Kegiatan refleksi tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi dan penajaman arah kebijakan pembangunan, agar perencanaan RKPD 2027 benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan target pembangunan daerah.***










