Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Desa Molangato Kecamatan Paleleh sejak sore hari memicu longsor di sejumlah titik Jalan Trans Desa Molangato. Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga Jumat malam (5/12/25), akses utama penghubung antardesa tersebut belum dapat dilalui kendaraan karena material longsor menutup badan jalan.
Sejumlah warga yang berada di lokasi membagikan foto dan video melalui media sosial, menunjukkan antrian kendaraan yang terjebak di jalur tersebut. Dalam beberapa unggahan Facebook, pengguna jalan tampak berhenti total tanpa kepastian kapan jalur dapat dibuka.
Selain longsor, banjir juga dilaporkan menggenangi area pemukiman warga di Desa Molangato. Air tampak memasuki rumah, menambah kekhawatiran masyarakat yang kini menghadapi dua bencana sekaligus. Dalam sebuah unggahan, warga menyebutkan mereka telah mengungsi.
Dalam salah satu siaran langsung Facebook warga, disebutkan bahwa salah satu titik longsor berada di sekitar area Gereja Desa Molangato, yang menjadi salah satu lokasi terparah. Material tanah menutup penuh badan jalan, sehingga tidak memungkinkan kendaraan melintas baik dari arah Kecamatan Paleleh maupun sebaliknya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan rumah. Namun warga berharap agar pihak terkait segera melakukan penanganan darurat untuk membuka akses jalan dan mengantisipasi potensi longsor susulan.
Pemerintah Kecamatan Paleleh dan BPBD Kabupaten Buol diharapkan segera menurunkan alat berat serta tim penanganan bencana untuk melakukan evakuasi dan pembersihan jalur mengingat peran vital Jalan Trans Molangato sebagai akses mobilitas masyarakat.***
