Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah, Bupati Buol Tegaskan Perumda Harus Bangun Kemitraan Strategis

banner 468x60

Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui optimalisasi peran badan usaha milik daerah. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah pengembangan seluruh lini usaha Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Berkah Buol dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pelaku usaha.

Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menekankan bahwa Perumda Berkah Buol tidak dapat berjalan sendiri dalam mengelola potensi daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama agar setiap unit usaha yang dijalankan mampu tumbuh berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pada sektor pertambangan, Perumda wajib bekerja sama dengan koperasi dan UMKM yang berada di wilayah WPR milik desa. Di sektor pertanian harus berkolaborasi dengan petani, sedangkan di bidang perdagangan juga perlu menggandeng pihak swasta,” ujar Bupati saat membuka Grand Opening Perumda Berkah Buol, Kamis (1/1/2026).

Selain kolaborasi eksternal, Bupati juga mengingatkan pentingnya koordinasi internal antar badan usaha daerah. Ia meminta jajaran Perumda Berkah Buol untuk terus berkomunikasi dengan pengurus Badan Usaha Milik Daerah lainnya guna memperoleh masukan strategis dalam pengembangan usaha.

Bupati turut mengingatkan keberhasilan Perusda Buol di masa lalu melalui program Gertakbos. Ia menyarankan agar Direktur Perusda sebelumnya, Dr Syamsudin, diundang untuk berbagi pengalaman dan strategi, sehingga Perumda Berkah Buol dapat meniru keberhasilan yang pernah dicapai.

“Pembangunan tidak akan berhasil jika kita melupakan sejarah dan pengalaman para pendahulu. Kami membutuhkan saran, kritik, dan dukungan masyarakat agar Perumda ini mampu berkembang dan memberi manfaat luas,” tegas Bupati yang akrab disapa Bowo.

Sementara itu, Direktur Perumda Berkah Buol, Ahmad Andi Makka, menjelaskan bahwa saat ini Perumda telah membawahi enam anak perusahaan. Masing-masing bergerak di sektor peternakan, pertambangan emas dan batu, pasir dan galian C, kelapa sawit, jagung, serta perdagangan umum.

Ia menyampaikan bahwa seluruh unit usaha tersebut dirancang berbasis pada potensi sumber daya alam lokal. Kabupaten Buol memiliki produksi jagung sekitar 120–130 ton per tahun, potensi tambang emas Bodi dengan luas Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) mencapai 103 hektare, serta peluang besar di sektor sawit, peternakan, dan perdagangan.

“Kami menargetkan agar seluruh lini usaha ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mampu berkontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” jelas Andi Makka.

Acara Grand Opening yang digelar di halaman kantor Perumda Berkah Buol tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta mitra usaha Perumda.

Dengan dimulainya operasional Perumda Berkah Buol secara resmi, Pemerintah Kabupaten Buol berharap badan usaha ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang Kabupaten Buol.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *