Independesi Media, Penyesuaian Insentif, dan Etika Kritik: 3 Poin Utama yang Dibahas dalam Coffee Morning Diskominfo Buol

Dalam ekosistem komunikasi publik daerah, beberapa hal menjadi krusial selain kejelasan kerja sama pemerintah dan media, yakni independensi media, transparansi nilai insentif, serta etika kritik yang profesional. Tiga poin inilah yang menjadi fokus utama dalam Coffee Morning yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Buol pada Minggu (30/11/2025), bertempat di Gedung YBBM, Kompleks Bambukuning, Kelurahan Kali. Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Buol, Asisten Bupati hingga sejumlah pimpinan OPD dan seluruh wartawan dari berbagai media yang beroperasi di Kabupaten Buol.

Coffee Morning ini menjadi momentum penyelarasan harapan antara pemerintah daerah dan insan pers. Diskominfo menilai forum ini penting untuk memperkuat hubungan kerja, meningkatkan kualitas informasi publik, dan memastikan bahwa kemitraan Pemda–media berjalan transparan, sehat, dan saling mendukung demi kepentingan masyarakat Kabupaten Buol.

Pertama yang menjadi fokus pembahasan yakni saat pihak media meminta agar Pemda melalui Diskominfo untuk  melakukan evaluasi menyeluruh terhadap MoU kemitraan media dengan Pemerintah Daerah. Evaluasi ini ditujukan untuk memperjelas pola kerja sama, memastikan kesesuaian standar, serta menguatkan peran media sebagai mitra strategis penyebaran informasi publik.

Poin berikut yang mencuri perhatian adalah pembahasan skema insentif kerja sama media yang selama ini telah diterapkan per bulan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Buol menyampaikan komitmen untuk meninjau dan menyesuaikannya.

“Akan ada kenaikan insentif per bulannya sebagai bentuk komitmen Pemda dalam mendukung sahabat insan pers. Namun tidak berlaku merata. Pemerintah akan melakukan inventarisasi sehingga sebagian media tetap menerima besaran yang telah ada sebelumnya dan sebagian lainnya menerima pada angka kenaikan ini, adapun pertimbangannya akan diserahkan ke Diskominfo dan Asisten III untuk tangani hal ini lebih lanjut” jelasnya.

Selanjutnya, Bupati menegaskan bahwa menjadi media partner pemerintah tidak berarti kehilangan independensi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Pemerintah tetap membuka ruang kritik, namun dengan mengedepankan profesionalitas.

“Media partner tetap boleh mengkritik, hanya saja sebelum mengkritik lakukan riset dan pastikan sumber informasinya jelas,” tegas Bupati.

Para insan pers yang hadir dalam kegiatan tersebut turut menyampaikan harapan agar forum seperti ini dapat digelar secara berkelanjutan. Selain menjadi ruang klarifikasi dan penyamaan persepsi, pertemuan rutin dinilai mampu memperkuat hubungan profesional antara media dan pemerintah daerah. Mereka berharap Coffee Morning ini dapat menjadi wadah komunikasi dua arah yang bermanfaat, baik untuk peningkatan kualitas kinerja Pemda dalam menyampaikan informasi publik, maupun bagi media dalam menjalankan peran strategisnya sebagai penyampai informasi yang akurat dan berimbang di Kabupaten Buol.***

Pos terkait