Pemerintah Kabupaten Buol menggelar rapat koordinasi penanganan dan tindak lanjut kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi di wilayah penerima manfaat Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Bunobogu Selatan, Kecamatan Bunobogu. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Buol bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Buol, Kamis (29/1/2026).

Rapat koordinasi ini dihadiri Tim Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Polres Buol, Kepala Regional SPPG Sulawesi Tengah, Kepala SPPG Bunobogu Selatan, serta para kepala sekolah di wilayah penerima manfaat program MBG.
Dalam arahannya, Bupati Buol menegaskan bahwa kejadian luar biasa yang terjadi sebelumnya tidak seharusnya dijadikan ajang saling menyalahkan. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar seluruh pihak yang terlibat lebih berhati-hati, teliti, dan cermat dalam menjalankan program nasional MBG, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

Bupati juga menyampaikan bahwa meskipun hasil uji laboratorium dari pihak provinsi hingga saat ini belum diterima, dugaan sementara penyebab kejadian tersebut mengarah pada kontaminasi bakteri yang berasal dari proses pengelolaan bahan baku makanan. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh 6 SPPG yang saat ini telah beroperasi di Kabupaten Buol.
Sebagai langkah strategis sementara, Pemerintah Kabupaten Buol menetapkan sejumlah kebijakan. Pertama, memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis dan pelayanan kesehatan secara maksimal hingga benar-benar pulih. Kedua, menghentikan sementara operasional dapur MBG SPPG Bunobogu Selatan, mengingat adanya respons traumatis dari anak-anak dan keluarga penerima manfaat. Ketiga, membawa sampel makanan yang disajikan pada hari kejadian ke laboratorium provinsi guna mengetahui penyebab secara terperinci.

Langkah selanjutnya, tim SPPG akan dikerahkan untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap seluruh SPPG yang beroperasi. SPPG lain yang tidak terdampak tetap menjalankan program MBG seperti biasa, namun berada dalam pengawasan intensif Tim Satgas MBG. Selain itu, akan dilakukan sosialisasi perbaikan standar operasional SPPG, baik kepada pengelola maupun penerima manfaat. Seluruh langkah strategis tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah melalui Pemerintah Provinsi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol selaku Ketua Satgas Program MBG menegaskan kepada seluruh kepala SPPG agar lebih selektif dalam merekrut tenaga kerja, khususnya pada bagian pengolahan makanan. Ia menekankan pentingnya merekrut tenaga yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang pengelolaan makanan, mulai dari bahan baku hingga makanan siap saji, guna mencegah terjadinya KLB di kemudian hari.
Melalui koordinasi lintas sektor dan evaluasi menyeluruh ini, Pemerintah Kabupaten Buol berharap pelaksanaan program MBG ke depan dapat berjalan lebih aman, berkualitas, serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh penerima manfaat di daerah tersebut.***










