BUOL – Disiplin aparatur menjadi salah satu perhatian utama Wakil Bupati Buol Moh. Nasir DJ. Daimaroto dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buol.
Dalam amanatnya, Nasir menegaskan bahwa kedisiplinan bukan sekadar kewajiban administratif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan bagian dari tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh ASN, mulai dari pejabat hingga staf, agar menjalankan tugas secara maksimal sesuai tanggung jawab masing-masing. Menurutnya, keberadaan ASN berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat karena pembiayaan aparatur bersumber dari anggaran negara yang pada dasarnya berasal dari uang rakyat.
“ASN digaji dari uang rakyat untuk bekerja dan mengabdi secara maksimal,” tegas Nasir dalam amanatnya.
Untuk memastikan kewajiban tersebut berjalan, Pemerintah Kabupaten Buol akan melakukan penilaian kinerja secara terstruktur pada masing-masing instansi. Evaluasi itu mencakup ASN pada berbagai jenjang jabatan, mulai dari Eselon II, III, IV hingga staf.
Penegasan tersebut menjadi penting karena kualitas pelayanan pemerintah pada akhirnya sangat ditentukan oleh kedisiplinan aparatur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Selain persoalan kedisiplinan, perhatian pemerintah daerah juga diarahkan pada ancaman kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi cuaca yang relatif kering.
Nasir meminta masyarakat maupun aparatur pemerintah tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia juga menyatakan akan memberikan tindakan tegas apabila terdapat ASN yang terbukti melakukan pembakaran lahan.
Para Camat, Lurah dan Kepala Desa diminta tidak hanya menunggu terjadinya kebakaran, tetapi aktif melakukan sosialisasi dan pencegahan di wilayah masing-masing.
Imbauan tersebut sejalan dengan peringatan BMKG mengenai kondisi atmosfer yang masih relatif kering pada awal Oktober. BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, sehingga masyarakat diminta menghindari pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar. (BMKG)
Bagi pemerintah di tingkat kecamatan dan desa, langkah pencegahan dinilai menjadi penting karena potensi kebakaran tidak hanya berisiko merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Di sisi lain, Nasir turut mengingatkan ASN agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, ruang digital harus digunakan secara bijak dan tetap memperhatikan etika sebagai aparatur pemerintah.
ASN diminta tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk mengumbar persoalan pribadi maupun masalah rumah tangga. Menurut Nasir, perilaku semacam itu berpotensi menimbulkan konsekuensi terhadap kehidupan pribadi, keluarga maupun perjalanan karier seorang aparatur.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalitas ASN, termasuk dalam membedakan ruang pribadi dengan ruang publik digital yang dapat diakses dan dinilai oleh masyarakat luas.
Upacara Hari Kesaktian Pancasila itu diikuti jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buol. Hadir pula Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah serta Kepala Desa se-Kabupaten Buol.
Wakil Bupati Moh. Nasir DJ. Daimaroto bertindak sebagai Inspektur Upacara. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.
Di penghujung amanat, Nasir menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta seluruh peserta yang telah mengikuti upacara hingga selesai.
Bagi Pemerintah Kabupaten Buol, tiga pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut—kedisiplinan aparatur, pencegahan kebakaran lahan dan etika bermedia sosial—menjadi bagian dari penguatan tanggung jawab ASN sekaligus upaya memastikan pelayanan pemerintahan tetap berjalan sesuai kepentingan masyarakat.***
