Tanam Serentak di Buol Dimulai: Cetak Sawah Besar-Besaran, Irigasi Masih jadi Tantangan

banner 468x60

Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kembali digaungkan melalui kegiatan tanam serentak yang dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Desa Suraya, Kecamatan Momunu, pada Senin (6/4/2026), sebagai bagian dari gerakan nasional penanaman seluas 10.000 hektare di 16 provinsi.

Pelaksanaan kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.27 WITA tersebut terhubung secara virtual dengan agenda nasional melalui Zoom Meeting, menandakan adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong peningkatan produksi pangan.

Foto: Humas Diskominf Buol

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini, mulai dari unsur pemerintah daerah hingga perwakilan kementerian. Di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Buol Syarif Pusadan, Wakil Ketua II DPRD Buol Ahmad Kuntuamas, serta Penyuluh Pertanian Ahli Utama Kementerian Pertanian Prof. Deddi Nursyamsi. Hadir pula penyuluh pertanian lapangan, kelompok tani, dan perangkat desa setempat.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menekankan bahwa program pembukaan sawah baru yang mencapai sekitar 1.000 hektare di Buol perlu dijaga pemanfaatannya agar tidak berhenti pada tahap pembukaan lahan semata. Optimalisasi dan keberlanjutan dinilai menjadi kunci agar program tersebut benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Namun di lapangan, tantangan mendasar masih menjadi perhatian. Keterbatasan akses irigasi disebut sebagai salah satu faktor yang berpotensi menghambat peningkatan produktivitas. Tanpa dukungan pengairan yang memadai, intensitas tanam petani dikhawatirkan sulit meningkat secara signifikan.

Kondisi ini turut disoroti oleh pihak Kementerian Pertanian yang menilai bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur pendukung. Dengan sistem irigasi yang baik, frekuensi tanam bisa ditingkatkan hingga dua atau tiga kali dalam setahun, yang berimplikasi langsung pada peningkatan produksi beras.

Di sisi lain, DPRD Kabupaten Buol menyatakan komitmennya untuk mengawal program tersebut agar berjalan sesuai sasaran. Pengawasan dinilai penting, terutama untuk memastikan lahan yang telah masuk dalam program tidak dibiarkan kosong atau beralih fungsi.

Berdasarkan data teknis di lapangan, penanaman di Desa Suraya dilakukan oleh Kelompok Tani Harapan Sejahtera dengan luas lahan 21 hektare, dengan target penanaman awal sekitar 10 hektare. Sementara itu, total realisasi cetak sawah di wilayah tersebut telah mencapai 186 hektare yang tersebar dalam empat kelompok tani.

Adapun secara keseluruhan di Kecamatan Momunu, luas lahan cetak sawah tercatat mencapai 294 hektare. Namun hingga saat ini, baru sekitar 94 hektare yang telah ditanami, menunjukkan masih adanya ruang yang perlu dioptimalkan agar seluruh potensi lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Kegiatan tanam serentak ini diakhiri dengan panen padi menggunakan mesin combine harvester serta sesi dokumentasi bersama. Meski demikian, keberhasilan program ke depan akan sangat ditentukan oleh konsistensi pengelolaan lahan, dukungan infrastruktur, serta sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan petani di tingkat lapangan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *