BUOL – Upaya Pemerintah Kabupaten Buol dalam menekan angka pengangguran mulai menunjukkan hasil konkret. Sebanyak 35 dari 36 peserta pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Buol Hebat dinyatakan lolos seleksi dan akan segera menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan ritel nasional, Alfamart.
Para peserta yang dinyatakan lulus akan ditempatkan di sejumlah gerai Alfamart yang tersebar di wilayah Kabupaten Buol. Penempatan tersebut meliputi dua titik di Kecamatan Biau, serta masing-masing satu titik di Kecamatan Bokat, Gadung, dan Paleleh.
Sebelum proses kontrak dilakukan, Pemerintah Daerah melalui Utusan Khusus Bupati Buol, Jasri Butudoka, bersama Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Buol, Ismail Hi. Ukum, menggelar pertemuan dengan pihak manajemen Alfamart. Pertemuan ini berlangsung di BLK Buol Hebat, Kecamatan Momunu, pada Selasa (14/7/2026).
Pertemuan tersebut difokuskan pada sinkronisasi tahapan rekrutmen serta memastikan proses penempatan tenaga kerja berjalan sesuai standar yang berlaku. Selain itu, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya perlindungan tenaga kerja, khususnya bagi generasi muda asal Buol yang baru memasuki dunia kerja.
Plt Sekretaris Disnakertrans Buol, Ismail Hi. Ukum, menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mengawal hak-hak pekerja agar terpenuhi selama masa kerja. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata peran BLK Buol Hebat sebagai pusat peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Menurutnya, program pelatihan gratis yang diselenggarakan BLK tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka akses langsung ke dunia kerja bagi para pencari kerja di daerah.
Sementara itu, Jasri Butudoka mengajak pelaku usaha, terutama sektor ritel dan industri lainnya, untuk menjalin kemitraan dengan BLK Buol Hebat. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah strategis dalam memperluas lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Program ini diharapkan menjadi pintu awal bagi generasi muda Buol untuk memasuki dunia kerja secara profesional. Selain itu, keberhasilan ini juga menjadi indikator komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan sistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan melalui pelatihan dan penempatan kerja yang terarah.***










