Salurkan Air Bersih Bantu Warga Terdampak Kekeringan. Ansor Banser Buol: Saatnya Baku Bantu, Bukan Baku Bantah

banner 468x60

BUOL — Persoalan air bersih mulai menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, di tengah kemarau panjang yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Di sejumlah wilayah, sumber air yang selama ini menjadi tumpuan warga perlahan mengalami penurunan debit. Bahkan, sebagian sumur mulai mengering sehingga masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

Kondisi itu terlihat di Desa Bungkudu, Kecamatan Bukal. Warga yang selama ini mengandalkan sumur untuk kebutuhan sehari-hari mulai menghadapi keterbatasan air, terutama untuk memasak, minum, mencuci dan keperluan rumah tangga lainnya.

Situasi tersebut kemudian mendorong Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Buol bersama Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) turun langsung menyalurkan air bersih kepada warga.

Aksi bertajuk “Ansor Banser Peduli Penyaluran Air Bersih” itu dilaksanakan di Desa Bungkudu, Jumat (25/9/2026).

Kedatangan armada pengangkut air bersih mendapat sambutan masyarakat. Warga tampak membawa sejumlah wadah, mulai dari ember, jeriken, drum hingga galon untuk menampung pasokan air yang dibagikan.

Personel BPBD, Damkar dan Ansor-Banser kemudian bersama-sama melakukan pendistribusian agar bantuan dapat diterima warga yang membutuhkan secara tertib.

Tak hanya air bersih dari armada tangki, masyarakat juga menerima air minum dalam kemasan galon sebagai bagian dari bantuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, Moh. Kachfi Mardjuni, mengatakan penyaluran tersebut merupakan respons terhadap kondisi kemarau berkepanjangan yang telah menyebabkan sejumlah wilayah menghadapi kekeringan dan keterbatasan air bersih.

Menurut Kachfi, persoalan tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai mengering.

“Ini dalam rangka menindaklanjuti kondisi kemarau panjang, di mana di beberapa desa mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Karena itu dibutuhkan partisipasi semua pihak untuk bisa membantu warga yang membutuhkan air bersih,” ujar Kachfi.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan GP Ansor dan Banser dalam penanganan persoalan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap warga yang terdampak.

“Kolaborasi bersama Ansor Buol merupakan aksi positif untuk membantu warga sebagai bentuk kepedulian pemuda dan organisasi masyarakat terhadap kondisi kekeringan,” katanya.

Kachfi memastikan kerja sama tersebut tidak berhenti pada penyaluran di Desa Bungkudu. Kolaborasi serupa akan terus dilakukan untuk membantu masyarakat di wilayah lain yang menghadapi persoalan air bersih.

“Kegiatan kolaborasi ini akan terus berlanjut dan kami mengapresiasi kehadiran Ansor Buol dalam berkolaborasi,” tambahnya.

Dari sisi organisasi kepemudaan, perwakilan GP Ansor Buol, Wawan Isa, menilai krisis air bersih merupakan persoalan yang menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar masyarakat.

Menurutnya, ketika sumber air warga mulai mengering, bantuan pasokan air bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi menjadi bentuk respons terhadap kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

“Air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar yang tidak bisa ditunda. Karena itu Ansor-Banser terpanggil untuk hadir bersama masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia mengatakan keterlibatan pemerintah melalui BPBD dan Damkar menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan penanganan. Dengan adanya kerja sama lintas pihak, distribusi air diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar mengalami kesulitan.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Buol, Moh. Syam Manto, mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan hasil sinergi GP Ansor Kabupaten Buol dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Buol melalui BPBD dan Satuan Damkar.

Desa Bungkudu, kata dia, menjadi salah satu lokasi awal penyaluran. Selanjutnya, bantuan akan diarahkan ke sejumlah desa lain yang mengalami kondisi serupa.

“Kegiatan ini kami mulai dari Desa Bungkudu dan insya Allah akan kami lanjutkan ke desa-desa lain yang juga mengalami krisis air bersih. Kami jadwalkan sampai hari Minggu, termasuk bantuan dari para pengusaha yang meminta bantuannya untuk disalurkan bersama-sama Ansor,” kata Syam Manto.

Bantuan yang dihimpun, lanjutnya, tidak terbatas pada air bersih yang diangkut menggunakan armada tangki. Air minum dalam galon juga disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.

“Apapun yang bisa kami bagikan, baik berupa air bersih maupun air minum galon, akan kami upayakan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Syam Manto menegaskan bahwa respons terhadap persoalan kemanusiaan tidak semestinya menunggu bencana dalam skala besar. Menurutnya, organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan harus mampu hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan langsung, termasuk kekeringan dan krisis air bersih.

Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda sosial Ansor dalam merespons kondisi kebencanaan maupun persoalan kemanusiaan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Ini merupakan agenda rutin Ansor dalam setiap kegiatan kebencanaan. Kami juga menindaklanjuti instruksi Ketua Umum GP Ansor, H. Addin Jauharudin, tentang bagaimana Ansor harus hadir dalam kegiatan sosial dan kebencanaan,” ungkapnya.

Bagi warga Desa Bungkudu, bantuan tersebut memiliki arti penting di tengah semakin terbatasnya sumber air yang dapat digunakan. Pasokan yang diterima dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari konsumsi hingga keperluan rumah tangga.

Kondisi di Bungkudu sekaligus menjadi gambaran bahwa dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan lahan pertanian atau suhu panas, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara langsung.

Karena itu, keberlanjutan distribusi air menjadi penting selama sumber air warga belum kembali normal. Pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, dunia usaha dan elemen masyarakat lainnya memiliki ruang untuk mengambil peran agar warga terdampak tidak menghadapi krisis air seorang diri.

GP Ansor-Banser Kabupaten Buol memastikan distribusi air bersih akan dilanjutkan secara bertahap ke wilayah lain yang membutuhkan, mengikuti perkembangan kondisi kekeringan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *