Jelang Keberangkatan Haji 2026, Pemkab Buol Siapkan 23 Mobil Dinas untuk 84 Jemaah

banner 468x60

Sebanyak 84 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Buol dipastikan siap diberangkatkan pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kepastian ini mengemuka setelah seluruh tahapan persiapan dilaporkan hampir rampung, dengan progres administrasi mencapai sekitar 99 persen dan hanya menunggu jadwal keberangkatan.

Jemaah asal Buol dijadwalkan tergabung dalam Kloter 12 Embarkasi Balikpapan untuk wilayah Sulawesi Tengah. Data yang dipaparkan pihak Kementerian Agama juga mencakup variasi usia jemaah, mulai dari yang termuda hingga tertua, yang menjadi perhatian dalam pengaturan layanan selama perjalanan.

Sejumlah aspek teknis menjadi fokus pembahasan, terutama terkait mobilisasi jemaah dari titik kumpul menuju lokasi pemberangkatan. Pemerintah daerah menyiapkan 23 unit kendaraan dinas guna mendukung kelancaran pergerakan rombongan. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan ketepatan waktu sekaligus meminimalisir potensi kendala di lapangan.

Dari sisi pengamanan, aparat kepolisian bersama Satuan Polisi Pamong Praja menyatakan kesiapan melakukan pengawalan serta pengaturan lalu lintas. Pengawasan ini dinilai krusial, mengingat potensi kepadatan di titik keberangkatan yang dapat memengaruhi kenyamanan jemaah.

Rangkaian kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi akhir yang berlangsung di ruang Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Buol. Pertemuan ini dipimpin oleh Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat dan dihadiri Wakil Bupati Buol bersama sejumlah pimpinan instansi terkait, mulai dari Kementerian Agama, Dinas Perhubungan, hingga perangkat daerah lainnya.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya konsistensi koordinasi antarorganisasi perangkat daerah hingga hari pemberangkatan. Ia mengingatkan bahwa layanan terhadap jemaah tidak berhenti pada seremoni pelepasan, melainkan harus terjaga sejak proses keberangkatan hingga kepulangan.

Di tengah kesiapan yang dilaporkan hampir tuntas, efektivitas koordinasi lintas sektor menjadi faktor penentu. Tanpa pengawasan yang berkelanjutan, potensi kendala teknis di lapangan tetap dapat muncul, terutama dalam pengaturan transportasi dan arus jemaah.

Dengan berakhirnya rapat final tersebut, seluruh unsur pendukung diharapkan berada dalam kondisi siaga penuh. Kelancaran pemberangkatan tidak hanya bergantung pada kesiapan administratif, tetapi juga pada ketepatan eksekusi di lapangan demi memastikan perjalanan ibadah berlangsung aman dan khidmat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *