Pemerintah Kabupaten Buol mulai menggulirkan gerakan penghijauan terpadu yang berorientasi pada pengembangan sektor hortikultura guna menciptakan lingkungan yang lebih asri, sehat, dan bernilai ekonomi. Program ini ditargetkan tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman produktif secara berkelanjutan.
Upaya tersebut akan diwujudkan melalui berbagai langkah strategis, seperti penanaman pohon pelindung dan tanaman hias di sepanjang ruas jalan, pengembangan taman buah yang dapat dimanfaatkan masyarakat, hingga gerakan “satu kantor satu taman” di setiap instansi pemerintah. Selain itu, pembangunan kebun pembibitan, rumah kompos, serta penyediaan sarana pendukung menjadi bagian dari skema pengembangan kawasan hortikultura yang terintegrasi.
Penelaah Kebijakan Dinas Pertanian, Musadianto Madusila, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa jenis tanaman yang akan dikembangkan meliputi tanaman pelindung, tanaman hias, hingga tanaman buah seperti mangga, alpukat, dan rambutan. Menurutnya, konsep ini dirancang agar kawasan yang dibangun tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai produktivitas bagi masyarakat.
Dukungan lintas sektor turut menguatkan pelaksanaan program tersebut. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Arfandi Wehantow, S.I.P., M.Si., menyatakan kesiapan pihaknya mendorong desa-desa menjadi lokasi percontohan dalam penghijauan, kebersihan, sekaligus pengembangan wisata berbasis lingkungan. Hal senada disampaikan Camat Biau, Kahar Lamaka, S.Sos., yang menegaskan komitmennya mengoordinasikan pemerintah kelurahan, desa, serta kelompok tani untuk menyiapkan lokasi pembibitan dan mempercepat sosialisasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol, Ir. H. Usman, M.Si., memastikan dukungan teknis akan diberikan secara maksimal, termasuk penyediaan pupuk dan pembinaan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pembentukan tim pelaksana di setiap wilayah guna memastikan program berjalan efektif dan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah kecamatan hingga kelompok tani.
Tidak hanya fokus pada penanaman, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah perbaikan kualitas lingkungan melalui normalisasi saluran air serta penataan ruang terbuka hijau. Seluruh program dirancang berjalan secara bertahap dengan mengedepankan semangat gotong royong dan swadaya masyarakat tanpa harus menunggu ketersediaan anggaran besar.
Gerakan penghijauan ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, M.M., di Aula Gedung A Dinas Pertanian pada Senin (20/7), dengan melibatkan perangkat daerah serta pemerintah kecamatan. Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya membangun identitas daerah melalui penataan lingkungan yang lebih indah dan berkelanjutan.
Melalui inisiatif tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol menargetkan terciptanya lingkungan yang hijau, nyaman, dan sehat, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor hortikultura yang dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan.***










