Mengenal FKPK: Wadah Kolaborasi yang Satukan Seluruh Profesi Kesehatan, Kini Resmi Hadir di Buol

banner 468x60

BUOL, Minggu (26/04/2026) — Forum Komunikasi Profesi Kesehatan (FKPK) hadir sebagai wadah yang menyatukan berbagai latar belakang tenaga kesehatan dalam satu garis koordinasi untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Di Kabupaten Buol, keberadaan forum ini mulai resmi ditandai dengan pelantikan pengurus periode 2026–2031 yang digelar di Hotel Surya Wisata.

Pembentukan FKPK dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas profesi yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Melalui forum ini, pemerintah daerah mendorong terciptanya kolaborasi yang lebih terarah, terutama dalam menghadapi isu krusial seperti stunting dan kualitas kesehatan keluarga.

Pelantikan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Buol, Moh. Rizal Naukoko, yang mewakili Bupati Buol. Dalam sambutan yang dibacakannya, ditegaskan bahwa FKPK memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan solusi berbasis keilmuan dan praktik di lapangan.

Menurutnya, keluarga menjadi titik awal dari berbagai persoalan kesehatan, sehingga pendekatan yang dilakukan harus menyentuh langsung unit terkecil dalam masyarakat. Karena itu, FKPK diharapkan mampu menyamakan persepsi antarprofesi dalam memberikan edukasi dan pendampingan.

“Setiap profesi yang bersentuhan dengan kesehatan keluarga harus bergerak dalam satu frekuensi, agar intervensi yang dilakukan lebih efektif,” ujar Rizal saat menyampaikan amanat Bupati.

Pemerintah daerah juga menekankan agar FKPK tidak berhenti pada ruang diskusi, melainkan mampu menghadirkan program kerja yang konkret dan aplikatif hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar setiap program tidak berjalan parsial.

Selain itu, forum ini didorong menjadi garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan edukasi pola asuh dan pemenuhan gizi keluarga, yang selama ini masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.

Usai kegiatan, Rizal menambahkan bahwa Dinas P2KB membuka ruang koordinasi seluas-luasnya bagi FKPK. Ia berharap pengurus yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi internal dan menyusun langkah kerja yang selaras dengan arah pembangunan daerah.

“Kami berharap setelah pelantikan ini, FKPK langsung bekerja. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kehadiran nyata di lapangan, bukan sekadar seremoni,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua FKPK Sulawesi Tengah, Prof. Dr. dr. Ketut Suarayasa, yang mengikuti kegiatan secara daring, menyebut pelantikan di Buol sebagai momentum penting dalam pengembangan organisasi di tingkat kabupaten. Ia menilai langkah ini menjadi awal perluasan gerakan kolaborasi profesi kesehatan hingga ke daerah.

Pelantikan tersebut sekaligus menempatkan Kabupaten Buol sebagai daerah pertama di Sulawesi Tengah yang membentuk kepengurusan FKPK di tingkat kabupaten, yang ke depan akan diuji melalui implementasi program dan dampaknya bagi masyarakat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *