Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, mengungkapkan adanya tren peningkatan perpindahan penduduk yang signifikan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Berdasarkan data resmi yang dihimpun, lebih dari 4.000 warga Buol tercatat telah berpindah domisili menuju berbagai daerah di luar kabupaten.
Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Buol, Irwanto Karim, mengonfirmasi peningkatan arus mobilitas penduduk ini, baik untuk kepindahan keluar maupun kepindahan masuk, yang seluruhnya tercatat melalui permohonan resmi masyarakat.
• Koridor Migrasi: Halmahera Tengah, Kalimantan, dan Morowali
Arus kepindahan masif ini tidak menyebar secara merata, melainkan terkonsentrasi pada beberapa wilayah utama. Data Disdukcapil menunjukkan bahwa tujuan migrasi terbesar didominasi oleh wilayah Maluku, khususnya Halmahera Tengah. Selain itu, tujuan populer lainnya yang banyak dipilih warga Buol adalah kawasan Kalimantan dan Morowali.
Empat kecamatan di Buol yang menyumbang angka perpindahan tertinggi adalah Kecamatan Gadung, Bukal, Tiloan, dan Lakea.
• Kebutuhan Ekonomi Mendorong Keputusan Pindah
Peningkatan tajam dalam migrasi ini disebut erat kaitannya dengan faktor ekonomi. Menurut Irwanto Karim, keputusan ribuan warga untuk menetap di daerah baru didorong oleh meningkatnya mobilitas dan kebutuhan ekonomi. Warga dari empat kecamatan tersebut secara khusus mencari peluang yang lebih baik di wilayah Halmahera, Kalimantan, dan Morowali.
• Prosedur Administrasi Kependudukan Dijamin Resmi
Seluruh proses perpindahan domisili ini dipastikan berjalan secara tertib dan tercatat dalam sistem kependudukan. Pengajuan perpindahan dilakukan berdasarkan permohonan resmi yang diajukan oleh warga, baik melalui Kantor Disdukcapil maupun secara daring (online) dari lokasi tujuan mereka. Hal ini menjamin bahwa setiap perubahan data kependudukan tercatat dengan akurat.***







