Masyarakat Buol diimbau untuk mewaspadai maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Buol. Pelaku penipuan dilaporkan menghubungi warga melalui sambungan telepon maupun aplikasi WhatsApp dengan dalih aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan berbagai modus lainnya.
Kepala Dinas Dukcapil Buol Syahdan, S.STP, MAP., menegaskan bahwa mereka tidak pernah melakukan penawaran, aktivasi IKD, maupun pelayanan administrasi kependudukan secara personal melalui panggilan telepon, pesan WhatsApp, atau video call kepada masyarakat.
“Seluruh layanan resmi Dukcapil Buol hanya dilakukan melalui mekanisme dan saluran yang telah ditetapkan pemerintah.” jelasnya saat dikonfirmasi via whatsapp.
Masyarakat diminta untuk tidak menanggapi panggilan atau pesan yang mengatasnamakan petugas Dukcapil, terlebih jika disertai permintaan data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga, kode OTP, atau tautan tertentu. Modus tersebut berpotensi digunakan untuk pencurian data kependudukan yang dapat merugikan korban.
Seiring meningkatnya laporan penipuan, warga diharapkan lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas instansi pemerintah. Apabila menerima panggilan atau pesan mencurigakan, masyarakat disarankan untuk segera mengabaikannya dan melaporkan kepada aparat atau instansi terkait.
Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat terhindar dari praktik penipuan berkedok layanan administrasi kependudukan yang belakangan semakin marak terjadi.***










