BUOL – Rencana pembangunan Komando Distrik Militer (Kodim) di Kabupaten Buol mulai menunjukkan perkembangan awal setelah Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako, Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta, melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang disiapkan di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Biau, Rabu (3/6/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan usai agenda kunjungan kerja yang diawali dengan pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah di Rumah Jabatan Bupati Buol. Dalam agenda itu, Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, menerima langsung rombongan Danrem didampingi Ketua DPRD, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta jajaran TNI AD.
Kunjungan ini menjadi bagian dari orientasi wilayah Danrem sejak menjabat di Korem 132/Tadulako. Selain melihat kondisi daerah, agenda tersebut juga dimanfaatkan untuk memastikan kesiapan lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Kodim di Buol.
Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta menegaskan bahwa keberadaan TNI di daerah tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga berperan dalam mendukung program pembangunan. Ia menyebut keterlibatan TNI dapat menyentuh sektor yang lebih luas, termasuk penguatan ekonomi masyarakat melalui program berbasis desa serta dukungan terhadap pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Wakil Bupati Buol menilai kunjungan tersebut sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong percepatan pembangunan di daerah.
Meski demikian, rencana pembangunan Kodim di Buol masih bergantung pada sejumlah faktor teknis, terutama kesiapan lahan dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Peninjauan yang dilakukan menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa rencana tersebut tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi dapat direalisasikan secara terukur.
Dari sisi kepentingan masyarakat, kehadiran Kodim dinilai berpotensi memperkuat keamanan wilayah dan mempercepat respons terhadap berbagai persoalan di daerah. Namun, efektivitasnya tetap akan sangat ditentukan oleh perencanaan yang matang serta keterpaduan program antara TNI dan pemerintah daerah.
Dengan demikian, kunjungan Danrem ke Buol tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga membuka ruang evaluasi terhadap kesiapan daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur pertahanan yang berdampak langsung pada masyarakat.***










