Upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan terus didorong di Kabupaten Buol, dengan menyasar pelajar dan pelaku usaha sebagai kelompok strategis. Edukasi ini dinilai penting untuk membangun kemandirian ekonomi sejak dini sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Fokus kegiatan tidak hanya pada peningkatan pengetahuan dasar keuangan, tetapi juga menanamkan kebiasaan praktis seperti menabung dan mengelola pengeluaran secara bijak. Bagi pelajar, pendekatan ini diarahkan untuk membentuk pola pikir finansial sejak usia sekolah, sementara bagi pelaku UMKM, penguatan diarahkan pada pengelolaan usaha yang lebih profesional dan berorientasi jangka panjang.
Dalam pelaksanaannya, materi edukasi menekankan tiga prinsip utama, yakni kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, kebiasaan menyisihkan pendapatan melalui tabungan, serta konsistensi dalam mengatur keuangan. Pendekatan ini dinilai relevan di tengah masih terbatasnya literasi keuangan di berbagai lapisan masyarakat.
Di sisi lain, sektor UMKM juga menjadi perhatian karena perannya yang signifikan dalam menopang perekonomian. Meski kontribusinya besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan hingga rendahnya pemanfaatan layanan keuangan berbasis digital.
Pemerintah daerah menilai, peningkatan literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan perluasan akses layanan keuangan yang inklusif. Sinergi antara pemerintah, lembaga jasa keuangan, dan dunia pendidikan menjadi faktor penting untuk memastikan program edukasi tidak berhenti pada seremonial, tetapi berdampak nyata di lapangan.
Selain itu, pemanfaatan dukungan permodalan juga menjadi sorotan. Pelaku UMKM diingatkan agar menggunakan akses pembiayaan secara produktif guna mengembangkan usaha, bukan untuk kebutuhan konsumtif yang berisiko menghambat pertumbuhan bisnis.
Edukasi ini juga melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Biau dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Buol, yang diperkenalkan pada program Simpanan Pelajar (SIMPEL) sebagai sarana menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini.
Kegiatan edukasi kewirausahaan UMKM dan literasi keuangan melalui program SIMPEL ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Buol bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah dan Bank Sulteng Cabang Buol pada Kamis, 16 April, di Aula Pobokidan Lantai II Kantor Bupati Buol.***
