Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah ke-31 tahun 2026 resmi dibuka di Kabupaten Sigi pada Minggu (7/6/2026). Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Berani Mewujudkan Generasi Muda Berkarakter Qurani serta Merajut Harmoni dalam Keberagaman” dan dihadiri sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Buol bersama rombongan.
Pembukaan dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca dalam ajang perlombaan atau kegiatan seremonial keagamaan. Menurutnya, kitab suci tersebut merupakan “hudan lin nas” atau petunjuk hidup bagi seluruh manusia yang seharusnya hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Gubernur juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada pelaksanaan MTQ itu sendiri, melainkan pada sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar diterapkan di tengah masyarakat. Ia menilai, upaya membumikan Al-Qur’an masih perlu diperkuat agar tidak berhenti pada kegiatan simbolik semata.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah menekankan bahwa MTQ memiliki makna lebih luas dibanding sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an. Ia menyebut MTQ sebagai bagian dari ekspresi peradaban umat Islam sekaligus ruang untuk menegaskan kecintaan terhadap kitab suci. Namun di sisi lain, pesan tersebut juga menjadi pengingat bahwa substansi kegiatan harus tetap dijaga, bukan hanya kemeriahan pelaksanaan.
Memasuki hari pertama perlombaan pada Senin (8/6/2026), Kafilah Kabupaten Buol langsung menurunkan 13 peserta terbaik yang tersebar di berbagai cabang lomba. Partisipasi ini menjadi langkah awal untuk mengukur kemampuan sekaligus menunjukkan kesiapan daerah dalam ajang tingkat provinsi tersebut.
Di arena utama, dua peserta cabang tilawah golongan anak-anak, Moh. Rafif Safa (No. 106) dan Sahifah Nurfadilah (No. 103), tampil membawakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Penampilan mereka menjadi salah satu perhatian pada sesi awal lomba.
Pada waktu yang bersamaan, Fadel Muhammad (No. 260) mengikuti cabang Qira’at Murattal Remaja Putra yang berlangsung di Masjid Al Falah, Desa Lolu. Sementara itu, cabang Syarhil Qur’an Putra juga mempertemukan tim-tim dari berbagai daerah, termasuk perwakilan Buol yang terdiri dari Mujahid Aqil N. Gobel, Ilham U. Malik, dan Dikriawan T. Pamentar (No. 854) di Gedung Centra Nipotewe, Desa Kalukubula.
Di cabang seni kaligrafi, Salsa Jamri (No. 679) dan Rifaldi Gunawan Amir (No. 690) berkompetisi pada golongan naskah di Gedung Kesenian Taiganja. Adapun Musakirah (No. 923) mengikuti cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Putri yang digelar di Laboratorium SMKN Desa Sidera.
Memasuki sesi siang hingga sore hari, Zuliana (No. 231) tampil pada cabang Qira’at Mujawwad Dewasa Putri di Masjid Dg. Lando, Desa Jono Oge. Di lokasi lain, Rizka Khairiah (No. 283) mengikuti cabang Qira’at Murattal Dewasa Putri di Masjid Al Falah, Desa Lolu.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Buol menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi Qurani di daerah. Namun lebih jauh, momentum ini juga menjadi ruang evaluasi bersama terkait kesinambungan pembinaan, tidak hanya menjelang lomba tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui keikutsertaan di hari pertama ini, Kafilah Buol diharapkan tidak hanya berorientasi pada capaian prestasi, tetapi juga mampu membawa dampak jangka panjang dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.***
