Bukan Sekadar Angka: Pemkab Buol Dorong Perbaikan Data Lewat Workshop Statistik 2026

Pemerintah Kabupaten Buol mengambil langkah pembenahan dalam pengelolaan data daerah melalui pelaksanaan Workshop Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Bappeda, Selasa (31/3). Kegiatan ini melibatkan sekitar 60 peserta yang terdiri dari jajaran pejabat daerah, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Pusat Statistik (BPS) Buol, serta insan pers. Agenda ini difokuskan pada upaya memperbaiki kualitas data sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih terarah.

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih kerap terjadi, mulai dari perbedaan data antar instansi, kurangnya pembaruan informasi secara berkala, hingga belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan data. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat sinkronisasi kebijakan dan efektivitas program pembangunan jika tidak segera dibenahi secara sistematis.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, menegaskan bahwa statistik sektoral tidak hanya berkaitan dengan angka, tetapi mencakup seluruh tahapan pengelolaan data, mulai dari perencanaan, pengumpulan, pengolahan, hingga penyebarluasan informasi. Ia menekankan bahwa setiap OPD memiliki tanggung jawab spesifik terhadap data yang dihasilkan dan wajib memastikan keterpaduannya dalam satu sistem yang mengacu pada kebijakan Satu Data Indonesia.

Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika melalui Sekretaris Dinas, Abdullah AS. Mangge, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas produsen data menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas tata kelola data daerah. Workshop ini diarahkan pada tiga fokus utama, yakni pemetaan kegiatan statistik sektoral, penguatan kelembagaan, serta evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral (EPSS) guna memastikan standar data yang lebih terukur dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan data dapat meningkat secara signifikan. Dengan data yang lebih akurat, mutakhir, dan terintegrasi, perencanaan pembangunan di Kabupaten Buol diharapkan tidak lagi berbasis asumsi, melainkan bertumpu pada informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.***

Pos terkait