Aktivitas wisata di Permandian Alam Kumaligon menunjukkan peningkatan pasca diterapkannya skema kerja sama operasional serta penguatan peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kondisi ini terpantau langsung melalui monitoring lapangan yang dilakukan oleh bidang pariwisata pada Minggu, 19 April 2026.
Dalam pemantauan tersebut, jumlah kunjungan diperkirakan mencapai sekitar 200 orang dalam satu hari. Kepadatan terlihat di area parkir, khususnya kendaraan roda dua yang hampir memenuhi kapasitas dengan sekitar 100 unit, sementara kendaraan roda empat tercatat sekitar 10 unit. Situasi ini mengindikasikan adanya lonjakan minat masyarakat, meski di sisi lain mulai memunculkan kebutuhan pengaturan yang lebih sistematis.
Pengunjung yang datang umumnya menghabiskan waktu antara dua hingga tiga jam di lokasi. Aktivitas yang dilakukan didominasi mandi di area permandian serta menikmati sajian kuliner dari pelaku usaha lokal. Hasil wawancara singkat menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif baik terhadap pelayanan, bahkan sebagian pengunjung secara sukarela memberikan uang parkir dan tip kepada petugas meskipun belum ada tarif resmi yang diberlakukan.
Dari aspek pengelolaan, Pokdarwis dinilai telah menjalankan tugas sesuai arahan pembinaan yang diberikan sebelumnya. Implementasi kerja sama operasional mulai terlihat di lapangan, terutama dalam pelayanan kepada pengunjung. Namun demikian, konsistensi pengawasan dan peningkatan kapasitas pengelola tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas layanan ke depan.
Di sisi lain, geliat ekonomi mulai tampak dengan adanya tambahan pelaku usaha baru. Tercatat empat pelaku usaha telah mendaftar untuk membuka lapak di kawasan tersebut. Keterbatasan ruang menjadi tantangan tersendiri, sehingga diterapkan skema berbagi lapak serta penambahan tenda sebagai solusi sementara. Penataan ini dinilai perlu dikaji lebih lanjut agar tidak menimbulkan kesemrawutan di kemudian hari.
Secara keseluruhan, pembukaan kembali objek wisata ini membawa dampak awal yang cukup positif, baik dari sisi peningkatan kunjungan, keterlibatan masyarakat, maupun peluang usaha. Meski demikian, keberlanjutan pengelolaan, penataan ruang, serta kejelasan sistem retribusi menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian serius agar perkembangan yang terjadi tidak bersifat sementara.
Pihak terkait dalam hal ini DISPORAPAR Kabupaten Buol menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan secara berkala guna memastikan pengelolaan berjalan optimal dan berkelanjutan, sekaligus menjawab berbagai tantangan yang mulai muncul seiring meningkatnya aktivitas di kawasan wisata tersebut.***
