Gubernur Sulteng Tegasi Kepala Daerah Aktif Bangun Komunikasi ke Pusat, Bupati Buol Siap Tindak Lanjuti

banner 468x60

BUOL — Pemerintah Kabupaten Buol didorong tidak hanya menunggu datangnya program pembangunan, tetapi aktif memperjuangkan kebutuhan daerah hingga ke pemerintah pusat. Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Astacita di Bukabuka Island, Kabupaten Tojo Una-Una, Jumat (11/9/2026).

Arahan itu menjadi penting bagi daerah karena dukungan pemerintah pusat dapat menjadi salah satu pintu untuk mempercepat pembangunan yang belum seluruhnya mampu ditopang melalui kemampuan anggaran daerah. Karena itu, program yang dibutuhkan masyarakat harus disiapkan secara matang, memiliki dasar kebutuhan yang jelas, serta diperjuangkan melalui jalur koordinasi resmi.

Gubernur Anwar Hafid meminta kepala daerah maupun kepala perangkat daerah lebih aktif membangun komunikasi dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat. Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya menyampaikan keinginan, tetapi harus datang dengan usulan yang terukur dan siap dipertanggungjawabkan.

“Kalau ingin mendapatkan bantuan dari pusat, maka kita harus sukseskan program Astacita. Namanya kita meminta bantuan, tentu kita harus menunjukkan keseriusan dan dukungan terhadap program tersebut,” ujar Gubernur.

Dalam konteks pembangunan daerah, pesan tersebut menempatkan pemerintah kabupaten sebagai pihak yang harus mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat menjadi program yang layak diperjuangkan. Artinya, koordinasi dengan pemerintah pusat semestinya tidak berhenti pada pertemuan, melainkan dilanjutkan dengan penyusunan usulan, pengawalan anggaran, hingga memastikan program benar-benar terealisasi.

Rakor Astacita sendiri digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memastikan prioritas Presiden dan Wakil Presiden dapat berjalan di daerah. Namun bagi pemerintah daerah, agenda tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi sekaligus membuka peluang dukungan pembangunan dari pemerintah pusat.

Gubernur bahkan menekankan bahwa keseriusan daerah dalam menjalankan program nasional akan menjadi bagian penting dari hubungan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Ia mengibaratkan program Astacita sebagai program yang harus dijaga dan didukung bersama oleh pemerintah daerah.

“Program Astacita Presiden ini ibarat anaknya. Seperti sembilan BERANI yang saya anggap sebagai anak saya. Kalau ada yang mengusik, tentu orang tuanya, yang punya program, pasti marah,” katanya.

Bagi Kabupaten Buol, arahan tersebut kemudian direspons dengan komitmen untuk memperkuat langkah konkret melalui perangkat daerah. Bupati Buol menyatakan siap menindaklanjuti arahan Gubernur dengan memperkuat koordinasi, menyiapkan usulan program pembangunan, serta mengawal peluang dukungan pemerintah pusat.

Langkah tersebut menjadi penting karena keberhasilan sebuah program tidak semata-mata diukur dari seberapa sering pemerintah daerah hadir dalam forum koordinasi, tetapi dari sejauh mana hasil koordinasi itu berubah menjadi pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.

Dengan demikian, kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Buol diharapkan tidak berhenti pada dukungan terhadap Astacita secara administratif. Ada pekerjaan lanjutan yang jauh lebih penting: mengidentifikasi kebutuhan prioritas masyarakat Buol, menyiapkan program secara serius, membawa usulan tersebut ke pemerintah pusat, dan mengawal realisasinya sampai manfaatnya benar-benar diterima masyarakat.

Jika proses tersebut berjalan konsisten, arahan Gubernur Anwar Hafid dan komitmen Bupati Buol tidak hanya menjadi bagian dari agenda Rakor Astacita, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi hadirnya dukungan pembangunan yang lebih besar untuk Kabupaten Buol.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *