Resmi Dibuka: Ratusan Pelajar Buol Ikuti Seleksi Atlit POPDA Tahun 2026

Seleksi atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Buol tahun 2026 resmi dimulai pada Jumat, 3 April 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Buol, Moh Yamin Rahim, SH, MH., sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang POPDA tingkat provinsi yang direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun ini dan Buol sebagai tuan rumah.

Foto: Infobuol

Kegiatan yang dipusatkan di Stadion Mini Kuonoto ini diikuti sekitar 220 pelajar dari berbagai sekolah di Buol. Mereka akan mengikuti proses seleksi selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 April 2026, untuk memperebutkan posisi sebagai atlet yang akan mewakili Buol pada ajang tingkat provinsi.

Sejumlah pihak turut hadir dalam pembukaan, di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Buol Purnomo, S.STP., Sekretaris Umum KONI Buol Dwiyati Fahrini, S.FARM., perwakilan pengurus cabang olahraga, pelatih, serta official hingga panitia dan insan pers. Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan adanya upaya kolaboratif dalam pembinaan atlet pelajar di daerah.

Adapun cabang olahraga yang diseleksi meliputi sepak takraw, bola voli, bola basket, dan sepak bola. Keempat cabang ini menjadi fokus pembinaan karena dipertandingkan dalam POPDA tingkat provinsi, sekaligus dinilai memiliki potensi atlet yang cukup besar di Buol.

Dalam laporan panitia yang disampaikan Kepala Disporapar, disebutkan bahwa seluruh rangkaian seleksi ini merupakan bagian dari kesiapan daerah sebagai tuan rumah POPDA 2026 yang direncanakan berlangsung pada Juli atau Agustus mendatang. Ia menyampaikan bahwa persiapan terus dimatangkan, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun kesiapan atlet.

“Seleksi ini menjadi langkah awal untuk memastikan Buol tidak hanya siap sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu bersaing dari sisi prestasi,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan, Sekda Buol menekankan pentingnya keseriusan para atlet dalam berlatih serta peran pelatih dan official dalam mendukung perkembangan atlet. Ia juga mengingatkan agar aspek gizi dan kesehatan para atlet menjadi perhatian utama selama proses pembinaan.

Pelaksanaan seleksi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan atlet terbaik, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap sistem pembinaan olahraga pelajar di daerah. Transparansi dan objektivitas dalam proses seleksi menjadi hal penting agar kepercayaan publik terhadap pembinaan olahraga tetap terjaga.

Seleksi POPDA ini juga menjadi titik awal bagi Buol dalam menyiapkan diri sebagai tuan rumah sekaligus peserta kompetitif. Keberhasilan kegiatan ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pembinaan lanjutan, dukungan lintas sektor, serta komitmen bersama untuk mendorong prestasi atlet pelajar ke tingkat yang lebih tinggi.***

Pos terkait