Operasi Pasar Murah Digelar, Pemkab Buol Diminta Pastikan Tepat Sasaran

banner 468x60

BUOL — Pemerintah Kabupaten Buol menggelar Operasi Pasar Murah di kawasan Car Free Day (CFD) pada Minggu (24/5/2026) sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan ini dipusatkan di ruang publik yang rutin menjadi lokasi aktivitas warga setiap akhir pekan.

Program tersebut diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan dengan menghadirkan sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, serta jajaran pimpinan perangkat daerah lainnya.

Pasar murah ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar, seperti beras premium 10 kilogram seharga Rp120.000, minyak goreng Rp19.000 per liter, dan gula pasir Rp16.000 per kilogram. Skema subsidi tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi kecenderungan kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.

Namun, efektivitas program ini menjadi perhatian. Di satu sisi, operasi pasar mampu memberi akses harga lebih terjangkau bagi masyarakat. Di sisi lain, keterbatasan volume dan jangkauan distribusi berpotensi membuat manfaatnya belum merata, terutama bagi warga yang tidak hadir langsung di lokasi.

Pemerintah daerah menetapkan syarat administrasi berupa fotokopi Kartu Keluarga (KK) bagi warga yang ingin membeli. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, meski di lapangan berpotensi menyulitkan sebagian masyarakat yang tidak membawa persyaratan.

Sejak pagi, warga tampak memadati area CFD untuk mendapatkan bahan pokok murah. Antusiasme ini sekaligus menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap intervensi harga dari pemerintah di tengah fluktuasi pasar.

Selain transaksi pangan, kegiatan ini dirangkaikan dengan aktivitas olahraga seperti senam zumba dan kegiatan publik lainnya. Pemerintah memanfaatkan momentum tersebut untuk menggabungkan fungsi ekonomi dan sosial dalam satu ruang terbuka.

Meski demikian, pengendalian inflasi daerah tidak bisa hanya bergantung pada operasi pasar yang bersifat insidental. Diperlukan langkah lanjutan yang lebih sistematis, termasuk penguatan distribusi, pengawasan rantai pasok, serta stabilisasi harga secara berkelanjutan.

Pemkab Buol berharap program ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Iduladha sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. Tantangannya, memastikan kebijakan serupa tidak berhenti sebagai agenda rutin, melainkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang yang berdampak luas bagi masyarakat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *