BUOL — Kesempatan pemuda Kabupaten Buol untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus membuka akses karier internasional semakin terbuka. Pemerintah Kabupaten Buol bersama Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Sudjatmiko, ST, resmi meluncurkan Program Beasiswa Pemuda Kabupaten Buol Batch 1.
Program yang mengusung tagline “Bangun Desa, Bangun Indonesia” tersebut diarahkan secara khusus untuk membuka ruang lebih luas bagi generasi muda, terutama pemuda desa, agar dapat memperoleh pendidikan tinggi dan memiliki peluang memasuki dunia kerja di luar negeri.
Yang membuat program ini cukup strategis adalah besarnya porsi yang diberikan kepada Kabupaten Buol. Dari total kuota untuk wilayah Sulawesi Tengah yang disebut mencapai kurang lebih 50 orang, sekitar 80 persen dialokasikan untuk Kabupaten Buol.
Informasi tersebut disampaikan Jasri Butudoka. Ia menilai besarnya alokasi kuota tersebut merupakan kesempatan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh generasi muda di daerah.
“Alhamdulillah, ini adalah kesempatan luar biasa bagi anak-anak muda kita di Buol. Dari kuota Provinsi Sulawesi Tengah yang sekitar 50 orang, Kabupaten Buol berhasil mendapatkan porsi mayoritas atau kurang lebih 80%. Ini adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh putra-putri daerah kita,” ujar Jasri Butudoka.
Besarnya kuota tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan informasi program benar-benar sampai kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda di wilayah pedesaan. Jangan sampai program dengan peluang sebesar ini hanya diketahui oleh kelompok tertentu atau berhenti pada sosialisasi di tingkat perkotaan.
Sebab, tujuan utama program bukan hanya memberikan akses pendidikan kepada peserta. Beasiswa ini juga dirancang sebagai salah satu upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Buol agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Melalui program tersebut, pemuda yang memiliki potensi diharapkan tidak hanya mendapatkan kesempatan duduk di bangku perguruan tinggi, tetapi juga memperoleh jalan menuju pengalaman dan kesempatan kerja di luar negeri.
Konsep itu menjadi penting di tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi daerah. Pendidikan tinggi tanpa diikuti kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dapat membuat lulusan tetap kesulitan mendapatkan pekerjaan. Karena itu, akses pendidikan yang terhubung dengan peluang karier menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam pelaksanaan program ini.
Program Beasiswa Pemuda Kabupaten Buol Batch 1 disebut merupakan bentuk hibah sekaligus kolaborasi H. Sudjatmiko, ST, kepada Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, MM. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung agenda peningkatan kualitas SDM daerah melalui akses pendidikan dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Buol berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemuda-pemudi daerah. Terlebih, akses menuju pendidikan dan pengalaman profesional di luar negeri selama ini bukan sesuatu yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Namun, besarnya peluang juga harus diikuti dengan proses seleksi yang transparan, persyaratan yang jelas, serta informasi yang mudah diakses masyarakat. Pemerintah perlu memastikan setiap pemuda yang memenuhi kriteria memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi tanpa terkendala minimnya informasi.
Jika dikelola secara terbuka dan tepat sasaran, program ini berpotensi menjadi investasi jangka panjang bagi Buol. Para penerima beasiswa nantinya bukan hanya diharapkan memperoleh gelar pendidikan, tetapi juga membawa pulang pengetahuan, pengalaman, jejaring, dan kompetensi yang dapat memberikan dampak bagi daerah.
Dengan tagline “Bangun Desa, Bangun Indonesia”, program tersebut pada akhirnya tidak berhenti pada keberangkatan pemuda untuk menempuh pendidikan atau bekerja di luar negeri. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pengalaman dan kapasitas mereka kelak dapat kembali memberi manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Buol.
Karena itu, pembukaan Batch 1 ini menjadi momentum penting bagi pemuda Buol untuk mengambil peluang. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki pekerjaan besar untuk memastikan program tersebut benar-benar menjangkau anak-anak muda berpotensi dari berbagai desa dan dilaksanakan dengan proses yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.***
