Penguatan nilai-nilai Pancasila kembali ditekankan sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan dan menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Komitmen tersebut menjadi sorotan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Buol tahun 2026.
Tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” mencerminkan urgensi menjadikan ideologi negara sebagai rujukan dalam merawat keberagaman serta merespons perubahan sosial, teknologi, hingga geopolitik yang terus berkembang.
Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang dibacakan, ditegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dan arah pembangunan nasional. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
Keberagaman yang dimiliki Indonesia disebut sebagai kekuatan strategis apabila dikelola dengan prinsip Pancasila. Ideologi ini dipandang mampu menjadi perekat yang menyatukan perbedaan suku, agama, dan budaya dalam satu identitas kebangsaan yang utuh.
Namun demikian, implementasi nilai Pancasila dinilai masih menjadi pekerjaan bersama. Penguatan pada tataran praktik, terutama dalam aspek keadilan sosial, persatuan, dan gotong royong, dinilai penting agar tidak berhenti pada tataran simbolik atau seremonial semata.
Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, mengajak masyarakat untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sosial, maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menekankan bahwa pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat harus ditopang oleh semangat kebersamaan dan keadilan.
Upaya penguatan tersebut juga diharapkan tercermin dalam kebijakan publik dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga nilai Pancasila benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat luas.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kabupaten Buol sendiri dilaksanakan melalui upacara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Buol, Senin (1/6/2026), dengan Wakil Bupati bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Momentum peringatan ini diharapkan menjadi refleksi bersama agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya digaungkan dalam peringatan tahunan, tetapi juga diwujudkan secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.**^










